Sunday, 24 November 2013

Move ON

Lets Move On and Istiqomah
                Masa lalu begitu penting dipandang sebagian orang sebagai poin penilaian berkualitas tidak kehidupan seseorang. Masa lalu bisa jadi pengantar kesuksesan, namun bisa jadi pengantar jurang kehidupan. Bagaimana cara memandangnya hendaknya tak bulat sempurna sebab kita mengetahui bahwa masa lalu ya masa yang sudah lewat.
                Sekelumit perjalanan hidup dimulai dari yang manis sampai pahit insya Allah telah diberikan Allah kepada kita hambanya yang lemah untuk menguji kadar keimanan kita. Mungkinkah kita menyerah atau lulus menuju tingkat keimanan yang lebih tinggi? Jangan sekali-kali menyerah ya saudaraku!
Ujian Allah salah satunya adalah dimulai dari timbul niat hijrah atau bahasa gaulnya ‘move on’ dari masa lalu jahiliyah menuju kebaikan. Tak cukup niat move on maka perlu langkah ON. Jika sudah move on, saya mengucapkan selamat menempuh langkah hidup baru :)
Di tengah perjalanan move on kerap kali dijumpai kerikil penguji ke-istiqomah-an. Sifat dan perilaku masa lalu bisa saja menggeliat ingin muncul kembali ke kehidupan sekarang. Ini sangatlah mengganggu kelancaran perbaikan diri terlebih lagi apabila ditambah komentar sana-sini. Perasaan malu bermunculan. Hingga tak jarang ada yang kembali ke jalan yang salah.

Apa yang Harus Dilakukan?  
Saudaraku, sekali lagi selamat atas move on kita :’D
Hendaknya kita kembali tegak di jalan Islam. Biarlah yang telah terjadi, yang paling penting adalah kehidupan kini dan seterusnya tershibghah secara total dalam Islam. Tiada dosa yang tak terampunkan selain syirik yang belum ditaubati dan tiada cela yang tiada ditutup. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
“Katakanlah: Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa  dari rahmat Allah sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Dan kembalilah kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian tak dapat ditolong lagi.” (QS Az-Zumar:53-54)

Bila Dia Move On
Lalu bagaimana sikap kita bila mengetahui ada saudara kita yang move on?
Peran kita begitu penting mendukung kesuksesan move on mereka. Hargailah mereka yang berusaha berubah. Bantu mereka menemukan titik yang benar. Bila si fulan/-ah mulai timbul gejala salah arah, nah tugas kita untuk mengingatkan mereka. Bukan justru membahas masa lalunya dengan cara yang tidak ma’ruf.
 
Ingatlah!
Allah Maha Pengampun, maka jangan segan-segan untuk move on!
Allah Maha Penyayang, kita tenggelam dalam kasih sayangnya. Mari move on!
Innallaha ma’ana, sesungguhnya Allah bersama kita. Keep calm and strengthen your iman :)
Allah Maha Mengetahui, sedangkan manusia tidak mengetahui. Allah mengetahui kita sungguh ber-move on, komentar manusia? Jadikan pemicu semangat move on!


No comments:

Post a Comment