Lets
Move On and Istiqomah
Masa lalu begitu penting dipandang sebagian orang
sebagai poin penilaian berkualitas tidak kehidupan seseorang. Masa lalu bisa
jadi pengantar kesuksesan, namun bisa jadi pengantar jurang kehidupan. Bagaimana
cara memandangnya hendaknya tak bulat sempurna sebab kita mengetahui bahwa masa
lalu ya masa yang sudah lewat.
Sekelumit perjalanan
hidup dimulai dari yang manis sampai pahit insya Allah telah diberikan Allah
kepada kita hambanya yang lemah untuk menguji kadar keimanan kita. Mungkinkah kita
menyerah atau lulus menuju tingkat keimanan yang lebih tinggi? Jangan sekali-kali
menyerah ya saudaraku!
Ujian Allah salah satunya adalah dimulai dari timbul niat hijrah atau
bahasa gaulnya ‘move on’ dari masa lalu jahiliyah menuju kebaikan. Tak cukup
niat move on maka perlu langkah ON. Jika sudah move on, saya mengucapkan
selamat menempuh langkah hidup baru :)
Di tengah perjalanan move
on kerap kali dijumpai kerikil penguji ke-istiqomah-an. Sifat dan perilaku masa
lalu bisa saja menggeliat ingin muncul kembali ke kehidupan sekarang. Ini sangatlah
mengganggu kelancaran perbaikan diri terlebih lagi apabila ditambah komentar
sana-sini. Perasaan malu bermunculan. Hingga tak jarang ada yang kembali ke
jalan yang salah.
Apa yang Harus Dilakukan?
Saudaraku, sekali lagi
selamat atas move on kita :’D
Hendaknya kita kembali
tegak di jalan Islam. Biarlah yang telah terjadi, yang paling penting adalah
kehidupan kini dan seterusnya tershibghah secara total dalam Islam. Tiada dosa
yang tak terampunkan selain syirik yang belum ditaubati dan tiada cela yang
tiada ditutup. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
“Katakanlah: Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Dan kembalilah kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian tak dapat ditolong lagi.” (QS Az-Zumar:53-54)
Bila Dia Move On
Lalu bagaimana sikap kita
bila mengetahui ada saudara kita yang move on?
Peran kita begitu penting
mendukung kesuksesan move on mereka. Hargailah mereka yang berusaha berubah. Bantu
mereka menemukan titik yang benar. Bila si fulan/-ah mulai timbul gejala salah
arah, nah tugas kita untuk mengingatkan mereka. Bukan justru membahas masa
lalunya dengan cara yang tidak ma’ruf.
Ingatlah!
Allah Maha Pengampun, maka jangan segan-segan untuk move on!
Allah Maha Penyayang, kita tenggelam dalam kasih sayangnya. Mari move on!
Innallaha ma’ana, sesungguhnya Allah bersama kita. Keep calm and strengthen
your iman :)
Allah Maha Mengetahui, sedangkan manusia tidak mengetahui. Allah mengetahui
kita sungguh ber-move on, komentar manusia? Jadikan pemicu semangat move on!