Gagal Dilamar, Haruskah Berdiam?
Pada
umumnya menikah menjadi impian setiap perempuan ya. Memimpikan sosok laki-laki
yang mampu membimbingnya ke jannah-Nya. Membangun cinta bersama dimulai dari
bingkai halal yang jelas disunnahkan teladan kita, Nabi Muhammad Shalallahu
‘Alaihi wa Salam. Tapi bagaimana jika keinginan itu muncul kepada seorang gadis
ingusan berusia 18 tahun?
18 tahun
kini masih dianggap ‘anak ingusan’ pada pandangan umat Islam Indonesia. Belum
bisa mandiri, masih labil, suka main, galau, dst. Haruskah label seperti itu
masih melekat dalam diri seorang muslimah? Seharusnya tidak ya saudariku…
18 tahun
insya Allah sudah tergolong usia baligh. Pada perempuan dikatakan telah baligh bila
mengalami menstruasi. Oke, saya sudah.. sudah mengalaminya sejak usia kurang
lebih 12 tahun. Lumayan cepat tapi normal kan?
Qadarullah,
seorang ikhwan menawarkan diri melamar seorang perempuan yang ingusan ini. Spontan system imun meningkat
tajam. Banyak hal dipertimbangkan sehingga mencapai kesepakatan bahwa seorang
yang ingusan ini membolehkan ia menghampiri wali. Tak dinyana keputusan itu
meluncur di awal bangku perkuliahan. Biidznillah semoga tak salah langkah!
Setelah menunggu
sekian bulan, eng ing eng rupanya tawaran itu bak proposal dana. Ya, menunggu
kejelasan fix tidaknya aliran dana itu membuahkan harap dan cemas. *lah. Setelah
klarifikasi dari pihak lawan, rupanya niat tersebut tidak bisa dilanjutkan
dalam waktu dekat sebab restu orang tua yang tak kunjung turun. Alhamdulillah…
dapat kepastian juga ^^
Merenung dan
merenung, kejadian ini tak terlepas dari kesiapan kita yang memang belum
mencapai titik optimal. Mungkin saja diri belum pantas menjadi istri terlebih
menjadi ibu nantinya. Mungkin …
Mungkin aku
kurang bertaqarrub dengan Allah…
Mungkin belum
pol dekat dengan keluarga sehingga Allah menangguhkan waktuku dengan keluarga
baruku nantinya…
Mungkin ilmuku
mengarungi samudera rumah tangga belum memadai…
Mungkin
bila aku menikah dalam waktu dekat ada amanah yang belum sempat ku tunaikan …
Mungkin ada
maksiat yang menghalangiku menuju pernikahan…
Yap! Tabir
kemaksiatan menghalangi rezeki kita kawan..
Nah….
Tabir
kemaksiatan, apa itu?
Bagaimana
mengatasinya?
Tunggu pada
next another writing yeaah :)