Tolong Jangan Pinta Aku menjadi Laki-laki
Aku adalah seorang wanita. Memiliki
fisik normal seperti layaknya wanita pada umumnya. Maka wajar bila aku harus
bertingkah seperti wanita. Untuk alasan tertentu, aku harus seperti itu hingga
akhir kehidupanku.
Wanita dan laki-laki telah jelas
perbedaan yang ditetapkan Allah. Ia sama-sama manusia namun berbeda jenisnya.
Dalam menjalankan fungsi kodratinya, wanita dan laki-laki hendaknya bergandengan sebab keseimbangan itu yang
diidamkan. Aku adalah seorang muslimah. Tentu Allah memiliki aturan jelas
tentang bagaimana aku harus berpakaian dan bertingkah laku. Sebab aku
mendaftarkan diri sebagai orang yang beriman, maka ujian dari Allah berikan..
Satu, dua, tiga ujian dilewati…
Menjadi muslimah tak sesulit yang dibayangkan..
Tiga, empat, lima ujian berlalu….
Ternyata kendala itu datang dari orang
terdekat. Siapa lagi kalau bukan manusia?
Hai dunia, Aku seorang akhwat yang
jelas beda dengan ikhwan. Berarti sah saja bila aku berpakaian muslimah, dong? Dalam
beberapa kondisi memang sedikit sulit bila kita bergamis dan berkerudung lebar
nan panjang saat melakukan kegiatan sporty. Eh ternyata tidak juga setelah
terbiasa. Bila jilbab yang kita kenakan benar, sesuai syariat insya Allah
kesulitan itu sungguh tiada arti.
Singkat
cerita, aku gelisah dengan kondisi lingkunganku. Saat ada event pendakian
kecil-kecilan, tentu aku lebih memilih bergamis daripada memaksa diri mengubah
penampilan menjadi laki-laki. Heii.. namun apa yang terjadi? Beberapa kawan-kawanku
menyayangkan pilihanku.
Kata mereka, “Nitaa.. kasihan lho gaunmu kotor
nanti..”.
*pasang muka lele* “Eh waduh masalah
buat lo? (galak :3)”
Don’t you remember? “Dalam sebuah hadits shahih dari ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: ‘Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki (HR. Al-Bukhari).”
Duhai saudaraku yang keren-keren, sudikah
kiranya membantuku supaya tak dilaknat Rasulullah?
Mari bantu sesama saudara dengan menjaganya
istiqomah berusaha meraih ridha-Nya^^
Bukankah kita saat ini dalam perlombaan mencari
perhatian-Nya? Fastabiqul khairat ya!