Langkah Hijrahku Menuju
Jilbab Syar’i
Dear shalihat, alhamdulillah ya jumpa lagi pada hari-hari
yang selalu Allah limpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.. insya Allah.
Dear, isu soal muslimah berjilbab adalah hal yang masih
sering saya dengar di antara kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang hamba
Allah. Mengapa begitu ya? Ya, saya juga sering membahasnya yo jelas masih
terdengarlah. Hehe
Dear, semoga shalihat sekalian telah berjilbab yang sesuai
tuntunan Allah ya. Aamiin..
Dear, saya ingin berbagi sedikit soal hijrah saya yang
perlahan menuju jilbab syar’i. Begini ceritanya:
Saya adalah seorang pelajar
muslimah yang dibiasakan berjilbab sejak saya duduk di bangku kelas 2 SD di SD
Muhammadiyah 1 Denpasar. Kenapa? Iya, sebab saat kelas 1 di sekolah saya belum
ada aturan soal berjilbab. Mungkin karena dianggap masih kecil jadi dibiarkan
tidak berjilbab. Ckck.. *itu prasangka saya aja hehe* . Alhamdulillah setelah itu saya berkerudung. Jadi awal-awal pakai kerudung itu rok pendek,
kemeja lengan pendek, plus kerudung. Culun iya banget XD . Naik ke kelas 3 SD
perlahan saya beralih ke seragam panjang. Begitu terus sampai kelas 6 SD. Tapi
yah karena belum paham jadilah pakai kerudung hanya saat sekolah dan mengaji.
Berlanjut ke SMP, saya
melanjutkan ke SMP Muhammadiyah 1 Denpasar. Ternyata pakaiannya lebih panjang
dari SD. Baju yang biasanya dimasukkan ke dalam rok, sekarang dikeluarkan.
Bajunya besar dan lebar ditambah sehelai kerudung cukup lebar. Hingga kenaikan
kelas 3 SMP saya terbiasa lepas pasang jilbab karena masih saja belum paham
esensi jilbab.
Saat kelas 3 SMP saya mengikuti
bimbel di Primagama Teuku Umar Denpasar bersama Archita. Archita adalah teman sesekolah saya. Kami
cukup dekat meskipun tak pernah sekelas. Alhamdulillah. Awal masuk kelas bimbel
saya mengikuti Archita untuk memakai kerudung. Ya, saya hanya menemaninya. Itu
saja. Selanjutnya hari kedua malah saya lepas kerudung saya. Perasaan tidak
enak menyelimuti hingga pertemuan ketiga saya memakai kerudung lagi..hingga
seterusnya. Perlahan-lahan saya mulai menyukai buku-buku keIslaman. Termasuk di
antaranya soal berjilbab. Apa yang saya dapatkan lebih dari itu. Saya menjadi
sadar bahwa berjilbab itu penting. Allah tegur saya lewat buku itu. *lupa
judulnya =.=*
Alhamdulillah hasilnya saya berjilbab terus meskipun belum
syar’i. Kerudung+celana panjang+baju panjang yang sering saya pakai. Kerudung
masih pendek di atas dada yang awalnya sering ku pakai lama-kelamaan memanjang
juga walaupun masih celaan kemana-mana.
Melanjutkan SMA semakin tak ingin melepaskan kerudung. Ingin
negeri tapi kehendak dihadang keinginan ortu untuk tetap di Bali. Isu
pelarangan jilbab sudah saya dengar sejak SMP dan memang terbukti di SMA.
Astaghfirullah... cerita itu saya pisahkan dari cerita ini ya :’)
Saat kelas 1, semester pertama saya pasang lepas jilbab.
Saat sekolah tidak pakai, selain itu saya pakai. Jilbab yang saya pakai masih
sama seperti SMP. Hanya berbeda panjang kerudung dan bahan celana. Celana
kain/celana jeans longgar.
Niat saya untuk mempelajari agama Islam semakin besar hingga
mencari organisasi Islam. Alhamdulillah saya menemukannya. Pelajar Islam
Indonesia daerah Denpasar. Ikut training PII menguatkan diri untuk semakin
yakin bahwa berjilbab itu pentiiiing bingitz. Hehe
Saat Leadership Basic Training (Desember 2011), saya bawa rok milik mama dan
lain2lah. Entah siapa yg beritahu saya untuk pakai rok, saya bawa aja..
ternyata memang bener saya sendiri yang pakai gamis *punya ibu kakak ipar saya
pakai* dan rok2 lawas milik mama jadi contoh bagi peserta yang lain. Saat itu
juga saya sudah memakai kaos kaki. Saya pun lagi2 lupa, siapa ya yangg nyuruh pakai
begituan.. -.-
Selepas training, saya membiasakan diri kemana2 pakai rok
atau gamis. Kadang berkaos kaki, kadang juga tidak. Sambil membaca,
membiasakan, dan meniru kebiasaan teman-teman tumbuh semakin banyak kesadaran
soal berjilbab syar’i. Meskipun di sekolah saya tidak berjilbab, di luar saya
tetap memakai jilbab syar’i. Apapun itu saya hanya berkeinginan tidak melakukan
pelanggaran lebih banyak lagi setelah cukup banyak di sekolah :(
Alhamdulillah bulan Januari 2014
tanggal 13 resmi mendapat izin berjilbab di sekolah :’)
Dear, berhijrah memang membutuhkan proses.
Pakai langsung jilbabmu, siap atau tidak, pendek atau
panjang, biarkan raga dan jiwamu menikmatinya.
Sembari berjilbab, insya Allah
kau kan dapati atmosfer kenikmatan berjilbab. Perlahan... semesta alam kan
bersama-sama ikut membantumu mencintai perintah-Nya.. yaitu berjilbab syar’i :’)
Denpasar, 4 Februari 2014
@whardanitaa
