Tuesday, 8 October 2013

Bigos Influence


Muslimah Bigos

Tahukah kamu kepanjangan dari bigos?
Bigos adalah kepanjangan dari biang gossip.
Muslimah biang gossip . Masa ada sih? Well, it happens. Rupanya kenyataan seperti ini bukan hanya menjalar kepada yang belum berjilbab namun juga wanita yang sudah berjilbab. Biasanya muslimah berjilbab lebih dewasa pemahaman Islamnya.
“Jeng, tas Miss A jelek ya..”
“Iya, dia kan dapat dari Miss B. Miss B ngasi kado gitu ke dia…”
“Oh gitu, harganya pasti murah ya jeng…”
“Iya jelas…”
Komentar senada pun pernah hinggap di kuping kita atau jangan-jangan dari lisan kita sendiri?
            Percaya deh, kita tetap bisa berhusnudzan kok kalau sekalipun memang tasnya kurang bagus. Anggapannya berpikir positif bahwa sang pemberi bersusah payah memberi tas itu kepada Miss A dan Miss B yang ikhlas memberi. Ditambah Miss A senang-senang aja kok dengan pemberiannya. Wah, hati kita jadi nyaman deh kalau berhusnudzan. Toh tidak ada ruginya kan kalau kita berhusnudzan? 
Termasuk bigos juga kalau kamu diamanahkan seseorang pada mu tapi ternyata kamu membocorkannya. *oh no*
            This is absolutely nyebelin. Bayangin deh perasaan kita yang udah milih banget dan hati-hati pas curhat masalah pribadi, eh tahu-tahu si sohib polosnya yang udah janji akan amanah, malah nyeplosin ke mana-mana, dan sebelum kita sadar, seantero sekolah udah tau rahasia tsb.
            Jangan ya. Jaga betul amanah yang diembankan orang untuk mu. Kecuali pada kasus-kasus di mana nyawa jadi taruhan (orang bilang ke kita mau bunuh diri, yang kayak gini memang harus dibocorin ke keluarganya atau yang berkepentingan sebelum terlambat, kasus yang ekstrim aja).
            Alangkah indahnya jikalau muslimah benar-benar  bisa dipercaya dan dihandalkan, hingga menjadi sandaran nyaman bagi orang sekitar. Modal dakwah salah satunya adalah kepercayaan. Simple but really influence for all objects.
^^ Tips & Tricks  :
·         Hati-hati, gossip berawal dari ungkapan simpati.
·         Jika kamu menanggapi dengan kalimat-kalimat thoyyibah: Masya Allah, innalillahi, astaghfirullah, pastikan berhenti pada kalimat itu, dan tidak berlanjut dengan menanggapi si pembawa gossip.
·         Hati-hati jangan sampai kamu malah ikut mempopulerkan aib orang!
·         Pegang teguh rahasia yang dititipkan orang pada mu.
·         Kalau kamu tergolong yang gampang ceplosan, jauhi ngumpul-ngumpul yang tidak bermanfaat.
·         Kenali sosok-sosok bigos di sekitar kita, identifikasi. Kalau mereka bisa dengan mudah menceritakan hal ihwal orang lain kepada kita, maka bagaimana kita bisa yakin dia gak akan melakukan hal yang sama terhadap kita?
·         Jangan pakai alasan ‘kan harus tabayyun’ kalau memang niatnya menjernihkan masalah. Tabayyun harus dilakukan ke orang yang bersangkutan langsung bukan melalui sejumlah orang lain. Bisa-bisa kamu malah yang mempopulerkan berita yang belum tentu benar. Sebab orang yang kamu Tanya, mungkin aja malah belum tahu menahu sama sekali.

وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ
Artinya: Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. (QS.al-Hujurat:12)
·         Jangan menyampaikan hal-hal yang bisa merusak hubungan dua pihak atau lebih, sekalipun kamu mendengar dari yang bersangkutan. Sebab bisa jadi kalimat itu disampaikan dalm keadaan capek dan emosi, yang akan segera berlalu. Lagian gak ada gunanya jadi muslimah pengaduan. Malah nambahin dosa, kan?
Intinya, sebagaimana kamu sebel digosipin, diadukan, dibocorin rahasianya, kamu juga harus komitmen untuk gak melalukan itu. Biar orang gak alergi dekat-dekat dengan mu. J
Referensi: “Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!” Penulis Asma Nadia